Jawabannya adalah bahwa orang itu terdapat hak muwalah (diberi wala') dan mu'adah (dimusuhi). Dia disayangi karena imannya, dan dimusuhi karena kemaksiatannya dengan tetap memberikan nasihat untuknya; memerintahnya pada kebaikan, melarangnya dari kemung-karan dan mengucilkannya bilamana pengucilan itu memang membu-atnya jera dan malu.
Syaikh Ibnu Taimiyah berkata, "Apabila berkumpul pada diri seseorang kebaikan dan kejahatan, ketakutan dan kemaksiatan, atau sunnah dan bid'ah, maka dia berhak mendapatkan permusuhan dan siksa sesuai dengan kadar kejahatan yang ada padanya. Maka berkumpullah pada diri orang tersebut hal-hal yang mewajibkan pemuliaan dan mengharuskan penghinaan.
Maka dia berhak mendapatkan ini dan itu. Seperti pencuri miskin; dia dipotong tangannya karena mencuri, lalu ia diberi harta dari baitul mal yang bisa mencukupinya. Inilah hukum asal yang disepakati oleh Ahlus Sunnah wal Jama'ah, berbeda dengan Khawarij, Mu'tazilah dan orang-orang yang sepaham dengan mereka. Mereka hanya mengelompokkan manusia dalam dua golongan: orang-orang yang dapat pahala saja atau mendapat siksa saja." Ini sangatlah jelas bagi masalah yang sangat penting ini.
.:Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh:.
Website ini berisi Rangkuman Kitab Tauhid 1, 2 dan 3 oleh Dr.
Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan.
Kami berlindung dan memohon ampunan kepada Alloh Azza wa Jalla atas segala kekurangan dan kesalahan, silakan merujuk kepada Kitab Asal untuk mendapatkan keterangan yang lebih lanjut
Semoga bermanfaat.
~Pentingnya Da'wah Tauhid~
Selama 13 tahun di Mekkah, Rasulullah selalu berkata kepada manusia: "Ucapkanlah La ilaa ha illallah, pasti kalian beruntung."
Da'wah dan tarbiyah haruslah dimulai dengan pemantapan tauhid dihati masyarakat...
Maka barang siapa menginginkan kekuasaan sebelum da'wah dan tarbiyah, pasti ia akan gagal.
Sebelum berbuah, pohon aqidah yang ditanam memerlukan perawatan, penyiraman, dan pemupukan yang cukup lama dan intensif.
Kemudian setelah itu kita tunggu dan kita harapkan buahnya.
(Syaikh Muhammad Musa Alu Nashr)
~L i n K s~
~KiTaB TauHiD 2~
~KiTaB TauHiD 3~