Pasal 2. Timbulnya Bid’ah dalam Kehidupan Kaum Muslimin dan Penyebab-penyebabnya


A. Timbulnya Bid'ah dalam kehidupan kaum muslimin

Waktu timbulnya bid'ah:
Syaikh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata (dalam Majmul Fatawa 10/354):
"Ketahuilah bahwa semua bid'ah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan ibadah, terjadi pada umat ini dimasa akhir-akhir kepimimpinan Khulafar Rasyidin, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Barangsiapa diantara kalian yang hidup (lama) maka dia akan melihat banyak pertentangan / perselisihan, hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para Khular Rasyidin yang mendapatkan hidayah." (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Tempat timbulnya bid’ah
5 negeri –negeri besar yang dihuni oleh para sahabat Rasulullah shalllallahu 'alaihi wa sallam dan memancar darinya (cahaya) ilmu dan iman: Mekkah, Madinah, Kufah, Basrah, Syam

Dari sanalah keluarnya Al-Qur'an, hadist, fiqih dan ibadah berikut masalah-masalah keIslaman lainnya. Dan keluar pula dari negeri-negeri tersebut (terkecuali Madinah) berbagai bid'ah dalam masalah ushul (dasar agama).

B. Penyebab timbulnya bid’ah

Firman Allah dalam QS Al-An'am : 153 agar kita berpegang teguh kepada Kitab dan Sunnah.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud Radhiallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membuat garis untuk kita, lalu beliau bersabda, "Ini adalah jalan Allah, kemudian beliau membuat banyak garis disebelah kanan dan sebelah kirinya, lalu beliau bersabda: "Ini adalah jalan-jalan (lain) dan pada setiap jalan tersebut ada syaithan yang mengajak orang-orang kepadanya."

  1. Ketidak tahuan terhadap hukum agama
    Bertambah panjang perjalanan masa dan bertambah jauh manusia dari ajaran-ajaran Islam, bertambah sedikitlah ilmu dan tambah meluaslah kebodohan.

    Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
    "Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu itu dengan langsung mencabutnya dari hamba-hambaNya, akan tetapi Dia mencabut ilmu dengan mewafatkan ulama, sehingga bila tidak tersisa seorang alimpun, maka manusia akan megangkat pemimpin yang bodoh, lalu mereka (para pemimpin) ditanya kemudian mereka menjawab tanpa didasari ilmu pengetahuan, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan (dalam Jaami'ul Bayaanil 'Ilmi wa Radhlihi, oleh Ibnu 'Abdil Barri (1:180)
  2. Mengikuti hawa nafsu
    Berpaling dari Kitab dan Sunnah berarti dia telah mengikuti hawa nafsunya.
    Firman Allah dalam: QS Al-Qashash:50, QS Al-Jatsiyah:23
    Dan perbuatan –perbuatan bid’ah itu tidak lain hanyalah hasil dari hawa nafsu yang diperturutkan
  3. Fanatisme terhadap pendapat dan tokoh tertentu
    Hal ini dapat mengahalangi seseorang dari mengikuti dalil dan mengetahui kebenaran. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dlm QS Al-Baqarah : 170

    Dan begitulah sikap orang-orang yang fanatik pada zaman sekarang ini, dari sebagian pengikut aliran-aliran Sufi dan orang-orang Quburiyyin (tukang ziarah dan tawassul kekuburan).
  4. Meniru-niru orang kafir
    Dalam hadistnya Abu Waqid Al-Laitisy yang berkata:
    "Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam ke perang Hunain, (saat itu) kami baru saja lepas dari kekafiran (baru masuk Islam). Orang-orang musyrik (saat itu ) mempunyai pohon bidara yang mereka sering menetap lama di sisi pohon tersebut dan menggantungkan senjata-senjata mereka disitu. Pohon tersebut dikenal dengan nama "Dzatul Anwath" (tempat menggantungkan). Tatkala kami melewati sebuah pohon bidara, lalu kami berkata: "Ya Rasulullah, jadikanlah buat kami pohon ini sebagai Dzatul Anwath sebagaimana mereka (orang-orang musyrik) mempunyai juga Dzatul Anwath."

    Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
    "Allahu Akbar, demi Allah yang jiwaku berada ditanganNya, sungguh kalian telah mengatakan seperti apa yang telah dikatakan oleh kaum Bani Israil kepada Musa: (QS Al-A’raf:138), Sungguh kalian akan meniru cara-cara kaum sebelum kalian." (HR At-Tirmidzi)





.:Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh:.

Website ini berisi Rangkuman Kitab Tauhid 1, 2 dan 3 oleh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan.
Kami berlindung dan memohon ampunan kepada Alloh Azza wa Jalla atas segala kekurangan dan kesalahan, silakan merujuk kepada Kitab Asal untuk mendapatkan keterangan yang lebih lanjut
Semoga bermanfaat.

~Pentingnya Da'wah Tauhid~


"Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka, mensucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata."
(QS Al Jumu'ah: 2)

Selama 13 tahun di Mekkah, Rasulullah selalu berkata kepada manusia: "Ucapkanlah La ilaa ha illallah, pasti kalian beruntung." Da'wah dan tarbiyah haruslah dimulai dengan pemantapan tauhid dihati masyarakat... Maka barang siapa menginginkan kekuasaan sebelum da'wah dan tarbiyah, pasti ia akan gagal. Sebelum berbuah, pohon aqidah yang ditanam memerlukan perawatan, penyiraman, dan pemupukan yang cukup lama dan intensif. Kemudian setelah itu kita tunggu dan kita harapkan buahnya.
(Syaikh Muhammad Musa Alu Nashr)

~KiTaB TauHiD 1~

~L i n K s~


Mulim.or.id
As-sunnah-2
Al-Manhaj
FatWa ULaMa
Online magazine
Jilbab Online
Hadist Arba'in

hit counter
hit counter

~KiTaB TauHiD 2~


~KiTaB TauHiD 3~


BAB I PENYIMPANGAN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA DAN SEKILAS TENTANG SEJARAH KEKUFURAN, ILHAD (ANTI TUHAN), SYIRIK DAN NIFAQ
BAB II UCAPAN DAN PERBUATAN YANG MENGHILANGKAN TAUHID ATAU MENGURANGINYA
BAB III KEWAJIBAN DALAM I’TIQAD (KEPERCAYAAN) KEPADA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM, AHLUL BAIT (KELUARGA) DAN PARA SAHABATNYA
BAB IV BID'AH