Pasal 1. Kewajiban Mencintai & Mengagungkan Rasul & Larangan berlebih-lebihan dalam meujinya serta penjelasan tentang kedudukan beliau


A. Kewajiban mencintai dan mengagungkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam

Pertama-tama: wajib bagi setiap hamba mencintai Allah, ini merupakan bentuk ibadah yang paling agung, sebagaimana firmanNya dalam QS Al-Baqarah (2):165

Selanjutnya mencintai RasulNya Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dalam suatu hadist disebutkan:
"Ada 3 perkara yang jika seseorang memilikinya akan merasakan manisnya iman, yaitu bila Allah dan RasulNya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan tidak mencintai seseorang kecuali karena Allah, serta benci kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya daripadaNya, sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke neraka." (muttafaq 'alaih)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian sampai aku lebih ia cintai daripada anaknya, orang tuanya dan segenap manusia." (muttafaq 'alaih)

Wajib bagi setiap mukmin untuk lebih mencintai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam daripada mencintai dirinya sendiri. "Bahwasanya Umar bin Khattab radhiallahu 'anhu berkata: "Wahai Rasulullah, sungguh engkau adalah orang yang lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali dari diriku sendiri." Maka beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Demi Allah yang jiwaku ada ditanganNya, tidaklah sempurna iman salah seorang diantara kalian, sehingga aku leih engkau cintai daripada dirimu sendiri! Lalu Umar berkata kepada beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, "Sesungguhnya engkau (Wahai Rasulullah) kini menjadi orang yang lebih aku cintai daripada diriku sendiri." Maka beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sekarang (telah benar engkau) wahai Umar!" (HR. AL-Bukhari)

B. Larangan Ghuluw dan berlebih-lebihan dalam memuji

Ghuluw dalam hak Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah melampui batas dalam menyanjungnya sehingga mengangkat di atasnya derajat sebagai hamba dan rasul Allah

Ithra’ dalam hak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah berlebih-lebihan dalam memujinya
Rasulullah bersabda:
"Janganlah kalian berlebih-lebihan memujiku, sebagaimana orang-orang Nashrani telah berlebih-lebihan memuji (Isa) putera Maryam. Aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah, "Abdulllah wa Rasuluh (Hamba Allah dan RasulNya)" (muttafaq ‘alaih)

C. Penjelasan tentang kedudukan Nabi shallallahu'alaihi wa sallam

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, adalah orang yang memiliki kedudukan mulia sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam QS Al-Isra (17):79






.:Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh:.

Website ini berisi Rangkuman Kitab Tauhid 1, 2 dan 3 oleh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan.
Kami berlindung dan memohon ampunan kepada Alloh Azza wa Jalla atas segala kekurangan dan kesalahan, silakan merujuk kepada Kitab Asal untuk mendapatkan keterangan yang lebih lanjut
Semoga bermanfaat.

~Pentingnya Da'wah Tauhid~


"Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka, mensucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata."
(QS Al Jumu'ah: 2)

Selama 13 tahun di Mekkah, Rasulullah selalu berkata kepada manusia: "Ucapkanlah La ilaa ha illallah, pasti kalian beruntung." Da'wah dan tarbiyah haruslah dimulai dengan pemantapan tauhid dihati masyarakat... Maka barang siapa menginginkan kekuasaan sebelum da'wah dan tarbiyah, pasti ia akan gagal. Sebelum berbuah, pohon aqidah yang ditanam memerlukan perawatan, penyiraman, dan pemupukan yang cukup lama dan intensif. Kemudian setelah itu kita tunggu dan kita harapkan buahnya.
(Syaikh Muhammad Musa Alu Nashr)

~KiTaB TauHiD 1~

~L i n K s~


Mulim.or.id
As-sunnah-2
Al-Manhaj
FatWa ULaMa
Online magazine
Jilbab Online
Hadist Arba'in

hit counter
hit counter

~KiTaB TauHiD 2~


~KiTaB TauHiD 3~


BAB I PENYIMPANGAN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA DAN SEKILAS TENTANG SEJARAH KEKUFURAN, ILHAD (ANTI TUHAN), SYIRIK DAN NIFAQ
BAB II UCAPAN DAN PERBUATAN YANG MENGHILANGKAN TAUHID ATAU MENGURANGINYA
BAB III KEWAJIBAN DALAM I’TIQAD (KEPERCAYAAN) KEPADA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM, AHLUL BAIT (KELUARGA) DAN PARA SAHABATNYA
BAB IV BID'AH