Pasal 1. Definisi Bid’ah, Macam-macam dan hukum-hukumnya


A. Pengertian Bid'ah

Bid'ah dalam bahasa artinya: membuat sesuatu yang baru tanpa ada contoh sebelumnya.

QS Al-Baqarah ayat 117
QS. Al-Ahqaf:9

Ibtida' (membuat sesuatu yang baru) itu ada 2 macam:

B. Macam-macam Bid’ah

Bid'ah dalam agama ini ada dua macam:

  1. Bid'ah Qauliyah I'tiqadiyah (bid'ah pandangan dalam keyakinan)
    Seperti: perkataan kelompok Jahmiyah, Mu'tazilah serta seluruh kelompok sesat lainnya dan keyakinan-keyakinan mereka
  2. Bid'ah dalam ibadah
    Seperti: beribadah kepada Allah Subhanu wa Ta'ala, dengan bentuk ibadah yang tidak diajarkan

Bagian-bagiannya:

  1. Bid'ah yang terjadi pada asal-usul ibadah
    Misalnya: membuat ibadah yang tidak ada dasarnya dalam syaria'at seperti perayaan Maulud Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
  2. Bid'ah berupa penambahan terhadap ibadah yang memang disyariatkan
    Misalnya: menambah rakaat kelima pada sholat Dzuhur atau sholat Ashar
  3. Bid’ah yang terjadi pada cara pelaksanaan ibadah yang disyariatkan
    misalnya: melaksanakan ibadah tersebut dengan cara yang tidak sesuai dengan yang diajarkan, seperti: membaca dzkir dengan cara koor (bersama-sama) dan berlagu, memperketat diri dalam melaksanakan ibadah sampai batas keluar dari yang dicontohkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
  4. Bid'ah berupa pengkhususan waktu tertentu untuk melaksanakan ibadah yang disyariatkan. Sementara syari'at Islam tidak mengkhususkan waktu tersebut.
    Seperti mengkhusukan hari nisfu sya'ban (pertengahan bulan sya'ban) untuk berpuasa dan shalat malam.

C. Hukum-hukum Bid’ah dalam agama

Setiap bid'ah dalam agama adalah haram dan sesat berdasarkan sabda Rasulullah shallallhu 'alaihi wa sallam:
"Jauhilah oleh kalian perkara-perkara baru, (sebab) sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid'ah dan setiap bid'ah itu sesat.' (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Jenis-jenis bid’ah:

  1. Bid'ah yang hukumnya jelas-jelas kafir
    Seperti:
    - Thawaf dikuburan untuk bertaqarrub kepada penghuni kuburan tersebut
    - Mempersembahkan kurban dan nadzar untuk kuburan
    - Berdo'a (memohon sesuatu) pada penghuni kuburan dan meminta pertolongan kepada mereka
    - Perkataan-perkataan, ekstrimis kelompok Jamiyah & Mu'tazilah
  2. Bid'ah yang dapat menyampaikan pada perbuatan syirik
    Seperti: membangun diatas kuburan atau melakukan shalat dan berdo'a dikuburan
  3. Bid'ah yang termasuk perbuatan dosa dan penyimpangan dari segi akidah
    Seperti: bid'ahnya kaum Qadariyah & Murji'ah dalam perkataan dan aqidah mereka yang bertentangan dengan dalil-dalil syar'i
  4. Bid'ah yang termasuk perbuatan maksiat
    Seperti: tidak mau kawin / berpuasa ditengah terik matahari, dan lain sebagainya

PERHATIAN:
Barangsiapa yang membagi bid'ah kepada bid'ah hasanah (yang baik) dan bid'ah sayyi'ah (yang jelek) maka dia telah melakukan kekeliruan dan menyalahi sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhnya setiap bid'ah itu adalah sesat."






.:Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh:.

Website ini berisi Rangkuman Kitab Tauhid 1, 2 dan 3 oleh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan.
Kami berlindung dan memohon ampunan kepada Alloh Azza wa Jalla atas segala kekurangan dan kesalahan, silakan merujuk kepada Kitab Asal untuk mendapatkan keterangan yang lebih lanjut
Semoga bermanfaat.

~Pentingnya Da'wah Tauhid~


"Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka, mensucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata."
(QS Al Jumu'ah: 2)

Selama 13 tahun di Mekkah, Rasulullah selalu berkata kepada manusia: "Ucapkanlah La ilaa ha illallah, pasti kalian beruntung." Da'wah dan tarbiyah haruslah dimulai dengan pemantapan tauhid dihati masyarakat... Maka barang siapa menginginkan kekuasaan sebelum da'wah dan tarbiyah, pasti ia akan gagal. Sebelum berbuah, pohon aqidah yang ditanam memerlukan perawatan, penyiraman, dan pemupukan yang cukup lama dan intensif. Kemudian setelah itu kita tunggu dan kita harapkan buahnya.
(Syaikh Muhammad Musa Alu Nashr)

~KiTaB TauHiD 1~

~L i n K s~


Mulim.or.id
As-sunnah-2
Al-Manhaj
FatWa ULaMa
Online magazine
Jilbab Online
Hadist Arba'in

hit counter
hit counter

~KiTaB TauHiD 2~


~KiTaB TauHiD 3~


BAB I PENYIMPANGAN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA DAN SEKILAS TENTANG SEJARAH KEKUFURAN, ILHAD (ANTI TUHAN), SYIRIK DAN NIFAQ
BAB II UCAPAN DAN PERBUATAN YANG MENGHILANGKAN TAUHID ATAU MENGURANGINYA
BAB III KEWAJIBAN DALAM I’TIQAD (KEPERCAYAAN) KEPADA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM, AHLUL BAIT (KELUARGA) DAN PARA SAHABATNYA
BAB IV BID'AH