Pasal 3. Kufur, Definisi dan Jenisnya


Definisi Kufur:

  • menurut bahasa: menutupi
  • menurut syara': tidak beriman kepada Allah dan rasulNya, baik dengan mendustakan atau tidak mendustakannya

Jenis Kufur:
1. Kufur Besar
mengeluarkan seseorang dari agama Islam.
Kufur besar ada 5 macam:

  1. Kufur karena mendustakan
    QS Al-Ankabut (29):68
    Artinya: "Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?"
  2. Kufur karena enggan dan sombong
    QS Al-Baqarah (2):34
    Artinya: "Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir."
  3. Kufur karena ragu
    QS Al-Kahfi (18):35-38
    Artinya: "Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata: "Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya (35). Dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu" (36). Kawannya berkata kepadanya - sedang dia bercakap-cakap dengannya: "Apakah kamu kafir kepada yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna? (37)Tetapi aku: Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku" (38).
  4. Kufur karena berpaling
    QS Al-Ahqaf (46):3
    Artinya: "Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka."
  5. Kufur karena nifaq
    QS Al-Munafiqun(63):3
    Artinya:”Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti."

2. Kufur Kecil
tidak menjadikan pelakunya keluar dari Islam atau disebut juga dengan kufur amali

QS An-Nahl (16):83
Artinya: "Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Maha Tinggi Allah daripada apa yang mereka persekutukan."

Al-Baqarah (2):178
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema'afan dari saudaranya, hendaklah mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah membayar kepada yang memberi ma'af dengan cara yang baik. Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih."

Al-Hujurat (49):9-10
Artinya: "Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.(9). Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat (10).

Perbedaan antara kufur besar dengan kufur kecil

  1. Kufur besar: mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menghapuskan (pahala) amalnya
    Kufur kecil: tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, juga tidak menghapuskan (pahala)amalannya, tetapi bisa mengurangi (pahalanya) sesuai dengan kadar kekufurannya, dan pelakunya tetap dihadapkan dengan ancaman
  2. Kufur besar: menjadikan pelakunya kekal dalam neraka
    Kufur kecil: pelakunya masuk neraka maka ia tidak kekal didalamnya, dan bisa saja Allah memberi ampunan kepada pelakunya sehingga ia tidak masuk neraka sama sekali
  3. Kufur besar: menjadikan halal darah dan harta pelakunya
    Kufur kecil: tidak demikian
  4. Kufur besar: mengharuskan adanya permusuhan yang sesungguhnya antara pelakunya dengan orang orang mu'min
    Kufur kecil: Ia tidak melarang secara mutlak adanya kesetiaan tetapi pelakunya dicintai dan diberi kesetiaan sesuai dengan kadar keimanannya dan dibenci serta dimusuhi sesuai dengan kadar kemaksiatannya





.:Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh:.

Website ini berisi Rangkuman Kitab Tauhid 1, 2 dan 3 oleh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan.
Kami berlindung dan memohon ampunan kepada Alloh Azza wa Jalla atas segala kekurangan dan kesalahan, silakan merujuk kepada Kitab Asal untuk mendapatkan keterangan yang lebih lanjut
Semoga bermanfaat.

~Pentingnya Da'wah Tauhid~


"Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka, mensucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata."
(QS Al Jumu'ah: 2)

Selama 13 tahun di Mekkah, Rasulullah selalu berkata kepada manusia: "Ucapkanlah La ilaa ha illallah, pasti kalian beruntung." Da'wah dan tarbiyah haruslah dimulai dengan pemantapan tauhid dihati masyarakat... Maka barang siapa menginginkan kekuasaan sebelum da'wah dan tarbiyah, pasti ia akan gagal. Sebelum berbuah, pohon aqidah yang ditanam memerlukan perawatan, penyiraman, dan pemupukan yang cukup lama dan intensif. Kemudian setelah itu kita tunggu dan kita harapkan buahnya.
(Syaikh Muhammad Musa Alu Nashr)

~KiTaB TauHiD 1~

~L i n K s~


Mulim.or.id
As-sunnah-2
Al-Manhaj
FatWa ULaMa
Online magazine
Jilbab Online
Hadist Arba'in

hit counter
hit counter

~KiTaB TauHiD 2~


~KiTaB TauHiD 3~


BAB I PENYIMPANGAN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA DAN SEKILAS TENTANG SEJARAH KEKUFURAN, ILHAD (ANTI TUHAN), SYIRIK DAN NIFAQ
BAB II UCAPAN DAN PERBUATAN YANG MENGHILANGKAN TAUHID ATAU MENGURANGINYA
BAB III KEWAJIBAN DALAM I’TIQAD (KEPERCAYAAN) KEPADA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM, AHLUL BAIT (KELUARGA) DAN PARA SAHABATNYA
BAB IV BID'AH